Gejala-Gejala Penyakit Epilepsi

Epilepsi adalah kondisi yang disebabkan karena terganggunya aktivitas listrik otak sehingga memicu terjadinya kejang berulang. Meskipun tidak termasuk penyakit mental, tapi epilepsi terjadi setelah cedera atau kerusakan di otak.

EpilepsiJenis epilepsi yang biasanya terjadi pada anak adalah epilepsi idiopatik dan simptomatik. Epilepsi idiopatik biasanya terjadi pada anak dengan perkembangan dan pemeriksaan fisiknya normal. Gejala baru muncul pada usia tertentu dan biasanya mempunyai prognosis baik. Sedangkan epilepsi simptomatik adalah epilepsi yang terjadi karena suatu kondisi yang disebabkan oleh terganggunya aktivitas listrik otak sehingga memicu terjadinya kejang berulang.

Penyebab epilepsi antara lain:faktor genetik/turunan (meski relatif kecil antara 5-10 persen), trauma pada kepala, penyakit medis seperti jantung dan stroke, Demensia, Cedera sebelum melahirkan, perkembangan penyakit lain seperti autis atau down syndrome, penyakit pada otak, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, dan cacat bawaan.

Gejala umum pada penderita epilepsi :

  • Kebingungan yang temporer
  • Gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki
  • Hilang kesadaran secara total
  • Ada pula yang tidak punya kekuatan otot sesaat
  • kejang, terkejut, melamun tak sadarkan diri dalam beberapa saat, dan kaku sesaat.
  • Gigi menggertak, lidah berada di antara gigi dan keluar air liur hal yang bisa menjadi gejala yang umum ditemui pada penderita epilepsi.

Untuk gejala-gejala epilepsi yang muncul pada anak diantaranya adalah:

  1. d2e478ecc7bd4a175b38ecf40b3db98cb7f239daAnak memiliki tatapan mata yang kosong
    Biasanya terjadi secara mendadak, saat anak sedang melakukan sesuatu dan berhenti tiba-tiba kemudian seperti melamun.
  2. Bangkitan total
    Anak yang mengalami bangkitan total biasanya jatuh secara tiba-tiba dan kehilangan kesadaran. Hal ini bisa berlangsung sekitar 2-5 menit.
  3. Kedutan
    Meski gejala yang satu ini bisa muncul pada berbagai jenis epilepsi, namun ia terlihat lebih jelas pada epilepsi fokal.
  4. Aura (tanda peringatan)
    Aura terjadi sesaat sebelum bangkitan berlangsung, di mana anak tiba-tiba merasa sakit tanpa sebab, mendengar suara yang tidak nyata, atau mencium aroma yang tidak ada sumbernya.

Gejala-gejala penyakit epilepsi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis epilepsi itu sendiri. Epilepsi dapat ditemukan dan mempengaruhi setiap bagian tubuh, sehingga sensasinya pun berbeda-beda. Demikianlah informasi mengenai ciri gejala penyakit epilepsi .  Semoga informasi ini bisa bermanfaat.!!!

post by : obat epilepsi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: