Bahaya Kejang Jika Terjadi Pada Ibu Hamil

Eklampsia adalah nama kondisi kejang yang terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Kondisi ini cukup berbahaya karena dapat mengancam nyawa ibu hamil dan juga janinnya karena pasokan oksigen menjadi kurang selama kejang terjadi. Perlu anda ketahui, kejang ini kemungkinan besar masih terus terjadi sampai 6 minggu setelah persalinan.

Jika kejang benar terjadi pada ibu hamil, dokter pastinya akan memberikan obat-obatan guna mencegah terjadinya kejang terus-menerus dan menormalkan tekanan darah. Wanita penderita Eklampsia memiliki tipe kejang Grand Mal, yang umumnya sering diawali dengan hilang kesadaran.

1. Pada 15-30 detik pertama, tubuh ibu hamil akan mengalami kaku disertai otot mulai berkontraksi secara berlebihan sehingga pasien akan sulit untuk bernafas. Solusinya, pastikan posisi kepala pasien diangkat sedikit untuk mempermudah dan melancarkan pernafasan.

Baca juga : Obat Epilepsi Pada Ibu Hamil

2. Pada 30-45 berikutnya, otot tubuh juga akan bereaksi seperti menyentak dan pasien akan secara spontan menggigit lidahnya sendiri. Jika lidah tergigit, pendarahan kemungkinan besar akan terjadi yang nantinya akan membuat asupan oksigen menjadi kurang. Maka dari itu, pastikan untuk menghalangi lidah atau setidaknya melindunginya.

3. Durasi kejang bisa terjadi selama 1-2 menit atau bisa juga lebih. Setelah berlalu, pasien akan mulai sadar tapi tidak langsung sepenuhnya, tapi secara bertahap dalam waktu 10-15 menit. Awalnya pasien akan linglung dan lelah disertai sakit kepala dan nyeri otot selama 1 hari penuh.

Intinya, jika anda para ibu hamil memiliki darah tinggi, pastikan untuk rajin mengontrol pola makan, agar kondisi kesehatan berbahaya tidak terjadi.

Obat Kejang | Bahaya Kejang Pada Ibu Hamil

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: